Pengertian
Puisi
Puisi adalahkarya satra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan
manusia yang bahasa terikat oleh irama, rima, penyusunan lirik dan bait, serta
penuh dengan makna . Puisi terdiri dari unsur intrinsik. Berikut unsur
instrinsik yang dimaksud :
1.Tema
Tema adalah
landasan bagi penyair untuk mengembangkan puisi. Tema juga merupakan gagasan
pokok yang diungkapkan dalam sebuah puisi.
2. Rasa
Rasa adalah
ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan dalam puisinya.
Rasa juga merupakan cara penyair mewujudkan perasaan sehingga dapat memilih
kata-kata yang dianggap dapat mewakili perasaan atau ekspresinya terhadap
sesuatu
3. Citraan
Citraan melibatkan
pancaindra dalam mengekspresikan puisi
4. Nada
Nada adalah
bentuk sikap atau keinginan penyair terhadap pembaca. Lewat puisi penyair dapat
menyampaikan nasihat, kritik, sindiran kepada pembaca.
5. Amanat
Amanat adalah
hal yang ingin disampaikan penyair terhadap pembaca lewat kata-kata dalam
puisinya.
6. Majas
Majas adalah
salah satu gaya bahasa berupa kiasan.
Berikut contoh puisinya :
Pagi
Pagi telah tiba, sinar sang surya
Memancar dari belakang gunung
Menerangi bumi yang tadi dalam kegelapan
Malam, yang sekarang sudahlah pergi.
Alam bersuka raya, gelak tersenyum ,
Berseri-seri, dipeluk sang raja siang.
Duka sudah diganti riang,
Sebab sinar bahagia telah datang
Menghampiri
Tuhan
Tuhan,
Akulah
hamba-Mu yang lemah dan hina
Aku
begitu kecil dihadapan-Mu
Dan
aku tak lepas dari dosa
Tuhan,
Bimbing
aku agar selalu berada dijalanmu
Dijalan
yang Engkau ridhoi
Tuhan,
Janganlah
Engkau biarkan aku tersesat
Dalam
kehidupan dunia yang fana’
Tiada
yang aku pinta selain pertolonganmu
Ibui
Ibu . . .
Kau bagai
pelita yang menerangi jalanku
Kau bagai
mentari yang menghangatkan
Kau adalah
cahaya yang menciptakan kenyaman
Ibu . . .
Tiada upayaku
membalas kasih sayangmu
Begitu besar
rasa cinta kasihmu kepadaku
Sangat dalam
dan tak tergantikan oleh siapapun
Ibu . . .
Aku sangat
menyayangimu
Doakan aku agar
menjadi anak terbaikmu
Bimbing aku
supaya selalu berbakti padamu
Ibu . . .
Tuntunlah aku
dengan segala nasihatmu
Meski samudra
mengering kasih
Sayangmu tetaplah yang terbesar takkan bisa kutandingi
Teruntuk
Sahabat
Sahabat,
Dunia kita
sudah berbeda
Kau pergi tuk
selamannya
Pedih hati
sedih dalam dada
Air mata ini
berjatuhan
Kini hanya
pusaranmu sebagai kenangan
Teringat
senyummu
Takku sangka
itu menjadi yang terkahir
Meski kau telah
tiada
Namamu tetap terukir
dihati
Sebagai seorang
sahabat
Selamat jalan
sahabatku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar